Cara Unik Rangnick Hukum Pemain, Akan Diterapkan di MU?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 01 Des 2021 08:17 WIB
Leipzigs head coach Ralf Rangnick gestures during the German Bundesliga soccer match between RB Leipzig and VfL Wolfsburg in Leipzig, Germany, Saturday, April 13, 2019. Leipzig won by 2-0. (AP Photo/Jens Meyer)
Rangnick akan menjadi manajer interim MU hingga akhir musim ini. Foto: AP/Jens Meyer
Jakarta -

Ralf Rangnick pernah memiliki cara unik dalam menghukum pemain yang melanggar aturan. Mungkinkah hal serupa dilakukannya di Manchester United?

Seperti diberitakan Mirror dan The Sun, Rangnick memberlakukan apa yang disebut sebagai 'wheel of misfortune' saat melatih RB Leipzig di musim 2018/19. Jadi ada semacam roda berisi daftar hukuman, yang akan diputar untuk menentukan hukuman mana yang akan diberikan.

Ide ini hadir dari asisten Rangnick saat itu, Jesse Marsch yang kini menjadi pelatih Leipzig. Kabarnya, pria asal Amerika Serikat itu terinspirasi dari program TV di negaranya, Wheel of Fortune yang sudah tayang sejak 1975 sampai sekarang.

Rangnick mengambil cara ini karena menurutnya hukuman denda uang tak akan membuat para pemain jera. Dengan melakukan hukuman yang ada, para pemain akan berpikir ulang untuk mengulangi kesalahan yang sama.

"Denda jarang memberikan dampak apapun. Lebih menyakitkan bagi para pemain jika waktu mereka tersita (karena harus menjalani hukuman)," jelas Rangnick pada 2018 silam.

Sewaktu di Leipzig, ada 11 hukuman yang bisa dipilih lewat memutar roda kemalangan tersebut. Hukuman-hukuman itu ada yang ringan namun ada juga yang relatif berat.

Contohnya saja memompa bola, 4 jam melatih tim akademi, atau memotong rumput lapangan. Selain itu, ada juga hukuman menjadi tour guide stadion, bekerja di toko klub, dan menyajikan makanan di kantin klub.

Masih ada lagi, seperti mengisi air minum, mengenakan tutu (semacam rok balet), memasukkan barang-barang ke bus tim (saat berangkat bertanding), membantu kitman, sampai yang mahal 'yakni' memberi hadiah kepada 60 staf klub, termasuk mereka yang bekerja di non-football area.

Namun ada kesempatan bagi para pemain Leipzig untuk kabur dari hukuman-hukuman Rangnick, yakni jika panah roda berhenti di tulisan 'gluck gehabt', yang dalam bahasa Jerman berarti beruntung. Para pemain yang melanggar aturan tentu selalu berharap putaran roda berhenti di sana.

Wheel of misfortune RB Leipzig yang diterapkan di musim 2018-19 oleh Ralf Rangnick.'Wheel of misfortune' yang diterapkan oleh Ralf Rangnick di RB Leipzig pada musim 2018/19. Foto: Dok. Mirror

Setidaknya, saat Rangnick memberlakukan hal tersebut, Leipzig berhasil finis di urutan ketiga Bundesliga, serta menembus final DFB-Pokal. Sebuah catatan baik untuk tim yang baru menjalani musim ketiga di kasta tertinggi sepakbola Jerman.

Rangnick akan menjadi manajer interim MU hingga akhir musim ini, lalu 'naik pangkat' sebagai konsultan selama dua musim setelahnya. Ia diharapkan bisa membawa Setan Merah bangkit, setelah hanya menang sekali dalam 8 laga terakhir Liga Inggris.

Saat ini ia belum bisa mendampingi MU karena izin kerjanya masih belum keluar. Namun patut dinanti, apakah ia akan melakukan hal serupa untuk mendisiplinkan para bintang-bintang Manchester United.

Simak video 'Jadi Manajer Interim MU, Rangnick Debut Saat Lawan Arsenal?':

[Gambas:Video 20detik]



(adp/nds)