Rusia Vs Ukraina Bikin Abramovich Rugi, Chelsea Akan Dijual?

ADVERTISEMENT

Rusia Vs Ukraina Bikin Abramovich Rugi, Chelsea Akan Dijual?

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 24 Feb 2022 16:21 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 16: Chelsea owner Roman Abramovich looks on from the stands during the Barclays Premier League match between Chelsea and Manchester City at Stamford Bridge on April 16, 2016 in London, England.  (Photo by Paul Gilham/Getty Images)
Konflik Rusia-Ukraina Bikin Abramovich Rugi, Chelsea Akan Dijual? (Getty Images)
Jakarta -

Chelsea terseret dalam situasi operasi militer Rusia ke Ukraina. Apakah bos klub yang merupakan pengusaha tajir Rusia, Roman Abramovich, siap melepas The Blues?

Rusia lewat perintah dari Presiden Vladimir Putin lakukan operasi militer ke Ukraina, Kamis (24/2) pagi waktu setempat, tepatnya pada wilayah perbatasan di Luhanks dan Donetsk. Suara dentuman dan kendaraan militer sudah terlihat berlalu-lalang.

Kedua wilayah itu mau menyatakan merdeka dari Ukraina, yang disinyalir juga pro ke Rusia sejak lima tahun silam. Sudah banyak korban jiwa akibat konflik di wilayah itu, yang bisa merembet ke Rusia karena berada di dekat perbatasan.

PBB mengecam aksi Rusia dan meminta untuk menghentikan operasi militer. Lain sisi, Putin menegaskan kalau pasukannya hanya bertujuan menjaga kedamaian dan meminta Ukraina untuk angkat senjata.

Situasi tersebut turut menyeret Chelsea. Tak ayal, pemilik Chelsea adalah Roman Abramovich yang dekat dengan Vladimir Putin!

Bahkan di tahun 2018, Abramovich sempat sulit memperpanjang visa untuk datang ke Inggris. Disinyalir, salah satu penyebabnya adalah adanya ketegangan politik antara Inggris dan Rusia.

Roman AbramovichRoman Abramovich bersama trofi terbaru yang dimenangi Chelsea, Piala Dunia Antarklub (Dok. Chelsea)


Dilansir dari BBC, Roman Abramovich kini sudah merugi akibat ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Saham pada perusahaan tambangnya, Evraz turun sebesar 29 persen alias kehilangan Rp 9,7 triliun!

Maka muncul kabar kurang sedap buat Abramovich. Apakah dirinya akan melepaskan Chelsea?

Sejak tahun 2003, Roman Abramovich mengakuisisi Chelsea dan menyulapnya jadi tim besar. Pada era tahun 2000-an, Abramovich kasih duit segunung buat belanja pemain-pemain top.

Sejak Peraturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA ditegakkan pada tahun 2010, Abramovich tidak lagi bisa melakukan hal tersebut. Suatu klub harus punya neraca keuangan yang sehat, yang tidak melulu bergantung dari dompet pribadi pemilik klub!

LONDON, ENGLAND - AUGUST 29:  Chelsea owner Roman Abramovich ahead of the Barclays Premier League match between Chelsea and Burnley at Stamford Bridge on August 29, 2009 in London, England.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Roman Abramovich kala pertama kali membeli Chelsea di tahun 2003 silam (Getty Images)

Chelsea pelan-pelan membenahi neraca klub. Dalam lima tahun terakhir, bisa dibilang The Blues tidak lagi bergantung pada Roman Abramovich.

Chelsea melakukan strategi jual-beli pemain dengan apik. Pemain-pemain akademi yang dirasa punya potensi, akan dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Sebut saja dalam beberapa musim terakhir, Chelsea menjual Tammy Abraham ke AS Roma seharga Rp 647 miliar. Fikayo Tomori dilepas ke AC Milan seharga Rp 453 miliar.

Chelsea juga terus mulus untuk melakukan kerja sama dengan pihak sponsor. Dua musim terakhir, Chelsea bekerja sama dengan provider '3' dan Nike yang angkanya mencapai 130 juta USD atau setara Rp 1,8 triliun.

Apakah itu artinya, Roman Abramovich sudah bisa meninggalkan Chelsea andai situasi konflik Rusia dan Ukraina terus berdampak buruk buat keuangannya sendiri?

(aff/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT