Juventus Tersingkir dari Liga Champions karena Terlalu Menyepelekan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 13 Mar 2021 08:20 WIB
TURIN, ITALY - MARCH 09: Zaidu Sanusi of Porto battles for possession with Adrien Rabiot of Juventus during the UEFA Champions League Round of 16 match between Juventus and FC Porto at Juventus Arena on March 09, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Juventus dihentikan Porto di babak 16 besar Liga Champions. (Foto: Getty Images/Valerio Pennicino)
Jakarta -

Juventus tersingkir dari Liga Champions usai tampil mengecewakan kontra Porto. Bek kiri Juve Alex Sandro menilai timnya terlalu menyepelekan pertandingan.

Juventus tersingkir di babak 16 besar Liga Champions usai berimbang 4-4 secara agregat dengan Porto dalam dua leg. Bianconeri kalah 1-2 di markas Porto, lalu cuma menang tipis 3-2 di Turin atas 10 pemain lawan.

Alhasil tim besutan Andrea Pirlo itu terdepak karena hitung-hitungan gol tandang. Ini merupakan kedua kalinya secara beruntun Juventus terhenti di babak 16 besar.

Kegagalan ini menjadi sorotan besar untuk juara Liga Italia sembilan musim terakhir tersebut. Sebab mereka justru semakin jauh dari mewujudkan ambisi menjadi juara Eropa, bahkan setelah mendatangkan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018.

Sejak kedatangan Ronaldo, Juventus tersingkir di babak perempatfinal oleh Ajax, lalu di 16 besar oleh Lyon dan Porto. Tiga lawan itu di atas kertas levelnya masih di bawah Juventus dalam hal komposisi tim.

Alex Sandro merasa masalah Juventus ada di sikap. Kegagalan melewati Porto adalah akibat dari terlalu menganggap enteng pertandingan.

"Kami kecewa dengan eliminasi kemarin dan kesalahan terbesarnya adalah bagaimana pendekatan kami ke pertandingan. Bahkan di leg pertama kami memulai dengan buruk di babak pertama dan kedua," ujarnya kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia.

"Persis di momen-momen ketika pertandingan tampak mudah itulah yang harus kami tingkatkan. Anda bisa kebobolan bahkan ketika situasinya tidak terlihat berbahaya, dan ini bisa berujung ke kekalahan."

"Kami harus berpikir bahwa setiap penguasaan bola itu penting, dan setiap aksi bisa mengubah laga dan musim kami. Dalam hal ini, kami perlu lebih baik lagi," sambung pemain asal Brasil itu.



Simak Video "Followers Tembus 300 Juta, Cristiano Ronaldo Paling Hits di Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)