European Super League, karena Sepakbola Memang Harus Berubah

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 20:05 WIB
European Super League
Gelaran European Super League dikecam banyak pihak. (Foto: thesuperleague.com)
Milan -

European Super League dikecam banyak pihak. Namun, ada anggapan sepakbola memang sudah saatnya berubah.

Sebanyak 12 tim dari tiga liga top Eropa menggagas kompetisi baru. European Super League, atau Liga Super Eropa, didirikan dengan alasan 'menyelamatkan sepakbola'.

Mereka yang sepakat bikin kompetisi baru itu adalah enam raksasa Premier League; Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur; tiga tim Serie A diwakili Juventus, Inter Milan, dan AC Milan; dan LaLiga direpresentasikan Real Madrid, Barcelona, serta Atletico Madrid.

Gelaran itu memicu reaksi keras di dunia, khususnya dari penggila sepakbola. Sebab, European Super League dinilai menerapkan prinsip persaingan yang tak adil, sebab hanya diikuti para klub. raksasa.

Selain itu, para tim dinilai cuma mengejar keuntungan finansial dengan membuat European Super League. Hal itu yang membuat gelaran itu dikecam habis.

Legenda Inter Milan, Sandro Mazzola, mendukung European Super Leagu sebagai pembaharuan sepakbola. Ia menilai, penonton mesti diberikan sesuatu yang baru agar tak bosan.

"Sudah waktunya kami melakukan sesuatu untuk memperbaharui sesuatu. Saya pikir itu hal yang baik, begitulah seharusnya. Ini adalah proyek yang valid dan menarik, kami perlu mengubah banyak hal jika tidak, orang akan bosan dengan hal yang selalu sama," kata Mazzola kepada Sandro Mazzolla kepada Adnkronos.

"Liga Super memang tampak agak aneh bagi saya, apa yang akan dilakukan oleh tim lain yang dianggap kurang penting?" imbuhnya menyoal European Super League.

"Mungkin kami bisa mencobanya selama setahun untuk melihat apakah proyek itu valid atau tidak, sambil memastikan tim tetap di Serie A," kata Mazzola, yang membantu Inter juara di Eropa tiga kali pada era 1960-an.

(yna/aff)