Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Detik Insider

    MU Setelah Era Sir Alex, bagai Meja Judi yang Panas

    Afif Farhan - detikSport
    MU Setelah Era Sir Alex, Bagai Meja Judi yang Panas (Getty Images) MU Setelah Era Sir Alex, Bagai Meja Judi yang Panas (Getty Images)
    Jakarta -

    Masalah Manchester United setelah era manajer Sir Alex Ferguson adalah sulit juara -- Premier League. Gonta-ganti manajer kerap dilakukan, seolah bagai meja judi yang panas.

    Minggu (21/11) kemarin, saya lagi asyik-asyiknya libur kerja. Di tengah siang bolong, tiba-tiba ramai di sosial media, Ole Gunnar Solskjaer dipecat.

    Tanpa ba-bi-bu, pengumuman itu dilansir dari media sosial resmi Manchester United. Bukan dari Fabrizio Romano atau 'detektif-detektif' lainnya. Langsung dari klub, pernyataan resmi.

    WATFORD, ENGLAND - NOVEMBER 20: Ole Gunnar Solskjaer, Manager of Manchester United acknowledges the fans following the Premier League match between Watford and Manchester United at Vicarage Road on November 20, 2021 in Watford, England. (Photo by Charlie Crowhurst/Getty Images)Ole Out kejadian juga (Getty Images/Charlie Crowhurst)

    Saya yang sejatinya bukan fans Manchester United, ikut menyimak dengan miris. Apalagi jika ingat bahwa Setan Merah di era 1990-an dulu adalah idola semua orang.

    Mau lihat tim yang gemar juara, lihat dan jadilah fansnya MU. Sir Alex Ferguson ketika itu sukses membuat MU begitu superior. MU selalu menang, juara, langganan trofi.

    Lihat saja statistik Sir Alex selama jadi bos di Old Trafford. Pria asal Skotlandia itu mempersembahkan 13 titel juara Liga Inggris dalam rentang waktu 1986 sampai 2013!

    Para pemain top dilahirkan olehnya. Alumni kelas 1992 jadi paling terkenal, tapi jangan lupakan beberapa nama seperti Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, sampai Park Ji-sung.

    Namun selepas Sir Alex Ferguson pergi, rasa-rasanya ada kutukan yang menyelimuti Manchester United. Dulu langganan juara, kini MU rutin 'di-bully'.

    MANCHESTER, ENGLAND - MAY 26: Sir Alex Ferguson of Manchester United leaves the pitch during the Manchester United '99 Legends v FC Bayern Legends at Old Trafford on May 26, 2019 in Manchester, England. (Photo by Nathan Stirk/Getty Images)Sepeninggalan Sir Alex Ferguson, MU bagai punuk merindukan bulan (Getty Images)

    Setelah era Sir Alex Ferguson, manajer Manchester United datang silih berganti dari David Moyes, Louis Van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer.

    Para manajer itu punya cerita masing-masing. Moyes cuma bertahan 10 bulan dan dipecat saat MU dipastikan gagal lolos ke Liga Champions. Van Gaal sempat menjanjikan dan mempersembahkan titel Piala FA. Mourinho sukses meraih titel juara yakni Carabao Cup dan Liga Europa. Terakhir Solskjaer yang paling boros belanja.

    Jose Mourinho, ketika jadi manajer MU di tahun 2016-2018, jadi contoh yang cukup sukses -- dalam hal trofi. Apa daya, Mourinho yang suka ceplas-ceplos akhirnya tidak dicintai fans sendiri. Konon ia membawa pula nuansa toxic di ruang ganti.

    STOCKHOLM, SWEDEN - MAY 24:  Jose Mourinho, Manager of Manchester United holds the trophy following victory in the UEFA Europa League Final between Ajax and Manchester United at Friends Arena on May 24, 2017 in Stockholm, Sweden.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)Mourinho mampu persembahkan gelar ke MU, tapi rasanya tidaklah cukup (Mike Hewitt/Getty Images)

    Maka tak berlebihan rasanya, menyebut kursi manajer Manchester United sebagai meja judi yang panas setelah Sir Alex Ferguson pergi. Pertaruhan besar dilakukan dengan tekanan tinggi sana-sini.

    David Moyes yang kabarnya dulu ditunjuk langsung oleh Sir Alex, tak bisa berbuat banyak. Louis Van Gaal yang menghadirkan sepakbola menyerang juga tak kunjung mencuri hati.

    Jose Mourinho yang punya CV mengkilap juga berujung dipecat. Terakhir Ole Gunnar Solskjaer yang notabene adalah legenda klub, ditendang juga.

    Kini untuk sementara, kursi manajer Manchester United diisi oleh Michael Carrick yang merupakan salah satu pelatih Solskjaer dulu. Juga eks pemain MU. Carrick sudah diyakini tidak lama-lama menempati posisi karena pihak klub juga mencari sosok manajer yang lebih mumpuni.

    Beberapa nama sudah masuk daftar. Kamu yang suka baca berita sepakbola pasti sudah tahu. Sebut saja seperti Zinedine Zidane, Brendan Rodgers, sampai Mauricio Pochettino, kini jadi incaran MU.

    MADRID, SPAIN - SEPTEMBER 30: Zinedine Zidane, Head Coach of Real Madrid reacts during the La Liga Santander match between Real Madrid and Real Valladolid CF at Estadio Santiago Bernabeu on September 30, 2020 in Madrid, Spain. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in fixtures being played behind closed doors. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)Zinedine Zidane apakah akan sungguh berlabuh ke Old Trafford nanti? (Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)

    Manchester United memang klub besar dengan sejarah yang panjang. Tekanan kepada manajer dan pemain bakal tinggi; anginnya amat kencang.

    Namun bukankah hidup bagai roda, kadang di atas dan kadang di bawah? Dulu MU superior, kini harus mulai lagi dari nol.

    Persaingan juga makin ketat, banyak klub kaya di Liga Inggris yang sudah melakukan 'revolusi' dan berujung meraih trofi. Liga Inggris memang jadi seru setiap musimnya, tidak ada lagi klub yang mendominasi.

    Para manajer dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik. Tidak ada lagi masa-masa seperti Sir Alex atau Arsene Wenger, yang dulu belasan tahun melatih klub dan menghasilkan banyak pemain akademi top.

    Sekarang dikit-dikit pecat. Dikit-dikit pecat. Mungkin itu pula yang bikin Setan Merah jadi susah mendapatkan (atau menemukan?) jati diri.

    Ujung-ujungnya, fans MU pun terus saja bertubi-tubi kena sindir macam begini: masih pada betah di dalam gua?

    WATFORD, ENGLAND - NOVEMBER 20: Aaron Wan-Bissaka and Victor Lindeloef of Manchester United look dejected after conceding a second goal during the Premier League match between Watford and Manchester United at Vicarage Road on November 20, 2021 in Watford, England. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)Laga terakhir MU di era Solskjaer, kalah 1-4 dari tim promosi, Watford (Getty Images/Alex Pantling)

    (aff/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game