Dari Lewandumbski hingga Lewangoalski
Karir Lewandowski tak lepas dari gen olahragawan yang diturunkan dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Krzysztof Lewandowski adalah seorang pejudo juara nasional sekaligus pemain sepakbola di klub Hutnik Warszawa. Sementara ibunya, Iwona, adalah mantan pemain klub voli AZS Warszawa dan saat ini menjabat sebagai wakil presiden klub Partyzant Leszno.
Jika genetika sepakbola dari sang ayah diturunkan ke Lewandowski, maka gen voli sang Ibu mengalir pada sang adik, Milena, yang kini menjadi pemain timnas voli U-21 Polandia.
Orang terdekat Lewandowski pun seakan sudah ditakdirkan jadi seorang olahragawan. Sang tunangan, Anna Stachurska, adalah seorang karateka. Prestasinya juga tak tanggung-tanggung: menyabet medali perunggu di ajang Kejuaraan Karate Dunia tahun 2009. Ini bisa jadi sebuah keuntungan, yaitu jika berjalan bersama tunangannya, Lewandowski tak butuh pengawalan bodyguard!
Meski mendapat gen olahragawan dari ayahnya, sejak umur 7 Tahun, Lewandowski telah menjadi anak yatim. Ayahnya meninggal akibat suatu kecelakaan tahun 1995.
Tapi bakatnya sebagai olahragawan sudah tampak sejak kecil. Lewandowski kecil kerap menjuarai perlombaan cross country di negaranya. Oleh banyak gurunya ia kemudian disarankan untuk fokus di olahraga atletik. Tetapi ia bergeming dan memilih sepakbola sebagai jalan hidupnya. Sepakbola mulai dikenalnya dari sang ayah, yang sebelum meninggal sempat mendaftarkannya ke klub kecil Varsovia Warszawa.
Meski di klub itu bakatnya semakin diasah oleh pelatih Mark Siweckiemu, setelah tujuh tahun bersama Varsovia, Lewandowski dipaksa angkat kaki akibat dibubarkannya tim junior mereka. Akhirnya, pada tahun 2004 ia hijrah ke tim satu kota Delta Warsawa. Namun, karena tak mendapatkan tempat di tim utama, setahun kemudian ia pun pindah lagi. Kali ini ke Legia II Warsawa. Cerita yang sama lalu berulang ketika ia hanya selalu jadi penghuni bench. Hampir putus asa, akhirnya ia pun pindah ke klub divisi tiga Znicz Pruszkow.















