Dari Lewandumbski hingga Lewangoalski
Di klub Znicz Pruszkow, Lewandowski juga tak menemukan adanya ada tanda perbaikan karier. Masa-masa suram pun sudah membayangi dirinya.
Akan tetapi, sesosok malaikat akhirnya datang dalam sosok Iwona, sang ibu. Kepada warsawa.sport Lewandowski bercerita bahwa ibunya nekat menemui pelatih klub agar memberikan kepercayaan kepada dirinya.
"Saya adalah seorang pelatih bola voli di Pruszkow. Saat ini saya sedang berlari bersama anak-anak saya untuk menggapai mimpi-mimpi kami. Saya pikir di sini banyak orang baik yang bisa membantu itu, karenanya mungkin Robert bisa mendapatkan kesempatan," ucapnya menirukan Iwona yang mengiba-iba kepada pelatih klub.
Rasa malu sang ibu berhasil ditebus Lewandowski dengan torehan 16 gol dari 17 pertandingan. Alhasil Znicz Pruszkow promosi ke divisi dua. Di musim selanjutnya, Lewandowski lalu jadi langganan starter. Total 21 gol berhasil ia cetak dari 34 penampilan bersama tim. Namanya juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang musim.
Lewandowski semakin jadi buah bibir di Polandia. Di usianya yang masih 20 tahun, klub besar Polandia Lench Poznan akhirnya merekrutnya. Di tahun yang sama, Leo Beenhakker memanggilnya untuk mengisi pos barisan penyerang timnas Polandia. Laga perdananya saat kontra San Mariono di ajang kualifikasi Piala Dunia 2010Â menuai banyak pujian. Satu gol yang ia cetak membuat namanya kian masyhur.















