Rivalitas Bandung vs Jakarta: 7 Kisah 'Tempo Doeloe'
Dalam sejarahnya, sejak kompetisi sepakbola nasional kembali digulirkan kembali di tahun 1951, Persib dan Persija sudah bertemu 51 kali. 21 Kali kemenangan untuk Persija, 16 untuk Persib dan 21 sisanya berujung seri. Di era perserikatan, kedua tim amat jarang bertemu di partai final ataupun semifinal.
Dari data yang kami dapat perseteruan di laga puncak hanya terjadi tiga kali. Yang pertama terjadi di Kejuaraan Nasional tahun 1961 yang digelar di Semarang. Kendati penentuan juara menggunakan sistem paruh kompetisi dengan penghitungan siapa mendapat poin terbanyak, toh di musim itu penentuan gelar juara ditentukan di laga terakhir antara Persib dan Persija.
Hanya kemenangan yang bisa mengantarkan Persib menjuarai Kejurnas PSSI 1961. Sehari sebelumnya, PSM Ujungpandang sukses mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3-2. Kemenangan itu membuat PSM mengambilallih puncak klasemen dengan nilai 10. Sementara Persib saat itu baru mendapatkan poin 9, disusul Persija dengan 8 poin. Sementara jika Persija yang memenangkan pertandingan, maka Persija yang akan juara karena selisih golnya lebih baik dari PSM.
Di laga ini, Persib menekuk Persija dengan skor 3-1. Performa ciamik Soetjipto Soentoro allias Si Gareng tak mampu mengalahkan para senior-seniornya di timnas yang memperkuat Persib.
Pertandingan kedua di laga puncak terjadi di tahun 1964/1965 tepatnya perebutan tempat ketiga. Kala itu Persib yang menurunkan Rukma, Emen Suwarna, Soenarto dll mampu menekuk Persija yang dimotori kiper Judo Hadianto, Dirhamsyah, Jamhru dengan skor tipis 2-1. Sejak saat itu kedua klub jarang bermain di laga penentuan yang harus mengalahkan satu sama lain. 30 tahun kemudian, di musim terakhir era Perserikatan tahun 1993/1994, kedua klub harus jumpa di babak semifinal.
Dalam laga yang digelar di Stadion Senayan itu, Persija sudah unggul di menit keempat lewat sepakan keras Maman Suryaman dari luar kotak pinalti yang gagal ditangkap kiper Aries Rinaldi. Di Babak II, Yusuf Bachtiar berhasil menyamakan kedudukan di menit 55. Hingga babak perpanjangan waktu, skor tetap 1-1, dan pertandingan pun dilanjut dengan adu penalti.
Pendukung Persib amat tegang setelah algojo pertama, Robby Darwis, gagal karena tendangannya diblok Kiper Persija, Zahlul Fadil. Sayangnya Persija tak bisa memanfaatkan hal ini. Hanya Patar Tambunan, Iskandar dan Rachmad Darmawan (Pelatih Timnas U-23 saat ini) yang mampu membobol gawang Persib. Dua algojo terakhir Toni Tanamal dan Maman suryaman gagal. Sementara di kubu Persib, empat algojo mereka yaitu Yudi Guntara, Asep Mulyana, Sutiono dan Yusuf Bachtiar mampu melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Persib pun melenggang ke final menantang PSM Makassar.















