Rivalitas Bandung vs Jakarta: 7 Kisah 'Tempo Doeloe'
Prev
8 of 8
Lain kompetisi lain pula turnamen. Tak terhitung berapa banyak Persib dan Persija bertemu di final ataupun semifinal. Kala itu, di Indonesia memang amat banyak digelar turnamen-turnamen bergengsi yang terkadang diikuti oleh tim-tim luar negeri. Sebut saja Marah Halim Cup (Medan), Jusuf Cup (Makassar), Siliwangi Cup (Bandung), Tugu Muda Cup (Semarang), Surya Cup (Surabaya) dan masih banyak turnamen-turnamen bergengsi lainnya.
Namun bagi kedua klub, turnamen yang amat mesti diingat tentunya adalah Jusuf Cup. Orang pasti akan ingat bagaimanan Persib dan Persija silih balas dendam mengalahkan satu sama lain di laga final 3 tahun berturut-turut. Tiga tahun? Ya benar, kedua tim bertemu di final pada turnamen tahun 1976, 1977 dan 1978.
Tahun 1976, pada Piala Jusuf IV yang digelar 1-10 Agustus 1976, kedua tim bertemu di partai final Piala Jusuf untuk pertama kalinya. Di Persib ada nama Risnandar Soendoro, Encas Tonif, Nandar Iskandar, Teten dan Max Timisela masih mengisi skuad tim. Di Persija pun serupa, masih ada nama-nama beken seperti Anjas Anjasmara, Iswadi Idris, Taufik Saleh, Andi Lala dan Dede Sulaeman. Dalam final Persib sempat unggul 2-0, hanya saja karena Pihak Persija beranggapan gol kedua yang dicetak di menit-50 berbau offside, maka Persija pun memutuskan mogok main. Macan Betawi pun diputuskan kalah WO.
Di musim berikutnya, kedua tim kembali bertemu di final, namun kali ini Persija yang menjadi juara dengan menekuk Persib 1-0. Dan lagi-lagi di tahun berikutnya, kedua tim kembali bertemu. Di laga ini Persib yang didominasi pemain-pemain muda seperti Djadjang Nurdjaman, Boyke Adam, Dedi Sutendi mampu mengalahkan dominasi pemain-pemain senior Persija. Padahal di tahun itu, Persija adalah finalis perserikatan. Persib saat itu unggul 1-0.













