'Sambutan' buat Messi di 'Liga Petani': Ricuh, Salam NAZI, Masturbasi

Tim detikcom - Sepakbola
Jumat, 24 Sep 2021 19:30 WIB
Lens supporters invade the pitch during the French L1 football match between RC Lens (RCL) and Lille (LOSC) at Stade Bollaert-Delelis in Lens, northern France, on September 18, 2021. (Photo by FRANCOIS LO PRESTI / AFP)
Rusuh di laga Lens vs Lille. (Foto: AFP/FRANCOIS LO PRESTI)
Jakarta -

Datangnya Lionel Messi ke Ligue 1 sejatinya bakal mementahkan anggapan 'Liga Petani' untuk kompetisi tersebut. Tapi malah ada fans rusuh dan laga-laga ricuh.

'Liga Petani', atau Farmers League, adalah sebuah ledekan yang rutin mengiringi eksistensi Ligue 1. Kualitas kompetisi tertinggi Liga Prancis itu dianggap tak selevel dengan kompetisi teratas di liga-liga top Eropa lainnya.

Selain itu klub-klub Ligue 1 juga dipandang remeh karena lebih sering jualan pemain-pemain terbaik, baik ke rival domestik Paris Saint-Germain yang jadi sedemikian dominan maupun klub Eropa lain.

Perkara daya saing di Ligue 1, yang memunculkan PSG sebagai klub tunggal bertaburkan bintang, juga bikin stempel negatif melekat kian kuat -- walaupun faktanya bisa saja ada kejutan seperti Lille yang jadi juara musim lalu.

Mengulik soal daya saing, divisi teratas Liga Prancis sebenarnya cukup kompetitif mengingat banyaknya tim yang silih berganti jadi kampiun. Ada 28 tim yang pernah jadi juara ajang itu. Jauh lebih unggul dibandingkan, katakanlah, Liga Spanyol yang cuma pernah menghadirkan 9 tim sebagai juara dengan Real Madrid dan Barcelona mendominasi.

Fakta itu sendiri tak menyurutkan ledekan 'liga petani' untuk Liga Prancis. Tapi kedatangan Lionel Messi, superstar sepakbola, dianggap bakal mematahkan anggapan tersebut. Pemain nomor 1 dunia tentu takkan mau main di 'liga petani', kan?

Dan datanglah La Pulga. Tapi angan-angan awal belumlah sesuai harapan.

[Halaman berikutnya: Messi belum oke di PSG, laga-laga Liga 1-nya Prancis juga ricuh dan rusuh]