Persija Persilakan Marko Simic Lapor ke FIFA

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 01 Mei 2022 11:30 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSIS Semarang saat pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/1/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Simic akan melaporkan kasus terkait gajinya ke FIFA. Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Jakarta -

Persija Jakarta merespons ancaman Marko Simic yang mau melaporkan masalah sengketa gaji ke FIFA. Macan Kemayoran siap mengikuti proses yang berlaku.

Sebelumnya, Simic mengaku tak menerima gaji selama setahun dari Persija. Tuduhan tersebut dibantah dalam pernyataan resmi klub, yang menegaskan tak ada satupun pemain yang gajinya belum dibayar.

Manajemen juga menyebut bahwa Simic adalah salah satu pemain yang rutin menerima bayaran selama membela Persija. Karena tak puas dengan bantahan itu, Simic kini akan melaporkan Persija ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA.

"Apa yang disampaikan Simic itu tidak benar, kami sudah mengeluarkan statement resmi juga. Bahwa apa yang kami jawab itu sesuai dengan yang kami tahu, pahami, dan kami punya dokumennya, apalagi Persija juga bukan klub kemarin sore," kata Presiden Persija Mohamad Prapanca, kepada wartawan.

"Tentunya apa yang sudah kami sampaikan itu fakta menurut kami, kami patuh pada tata kelola yang diatur federasi (PSSI). Lalu, namanya pemain, ketika tidak ada kesepahaman, maka terjadi dispute (sengketa), kami sebenarnya sudah musyawarah juga, itu bagian dari budaya Indonesia," ujarnya menambahkan.

Usut punya usut, gaji yang dimaksud Simic adalah upah yang seharusnya dibayar Persija saat Liga 1 2020 dihentikan. Saat itu setiap klub diberi kelonggaran oleh PSSI untuk membayar anggotanya senilai maksimal 25 persen dari nilai kontrak awal.

Dari informasi yang diterima detikSport, mayoritas pemain Persija menyetujui ketentuan ini. Mereka pun menandatangani addendum (penyesuaian) kontrak, menerima gaji maksimal 25 persen dari kontrak awal.

Simic termasuk yang menerima penyesuaian nilai upah, tapi ia menunda-nunda untuk menandatangani addendum itu. Pada perjalanannya, Simic menagih gajinya di tahun 2020 untuk dibayar sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak awal.

"Persija Jakarta tidak membayar gaji saya sesuai yang disepakati dalam kontrak sebelum era COVID-19. (Pembayaran) tidak dilakukan selama era COVID-19 dan bahkan setelahnya," tulis Simic di akun media sosialnya, menjawab bantahan Persija.

"Itu berarti klub tidak menceritakan kebenaran dalam pernyataan mereka. Saya sudah menduga akan seperti ini," lanjut tulisannya.

Tulisan Simic di atas memperkuat kabar bahwa pemain asal Kroasia itu menagih pembayaran gaji di atas 25 persen. Yakni dalam kalimat 'Persija Jakarta tidak membayar gaji saya sesuai yang disepakati dalam kontrak sebelum era COVID-19'.

Simic berpeluang memenangi gugatannya di DRC FIFA. Ia bisa membuktikan tak setuju dengan penyesuaian nilai upah karena tidak pernah menandatangani addendum kontrak dari Persija.

"Sebenarnya (klub) mau membayar 5 persen pun boleh, selama ada kesepakatan antara pemain dan klub. Jangan sepihak. Jangan tak ada pemberitahuan, main dipotong saja," kata Legal Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Riza Hufaida dalam diskusi bersama PSSI Pers pada, 27 April.

Tapi Persija juga bisa melaporkan balik Simic ke kepolisian secara perdata ke kepolisian Indonesia atas tuduhan pencemaran nama baik. Yakni soal pengakuan Simic tak menerima gaji selama setahun, padahal upahnya tetap dibayar dengan potongan.

Hal itu pernah dilakukan Tira Persikabo yang melaporkan Alex Goncalves ke kepolisian. Pemain asal Brasil itu menang di FIFA soal keluhan pemotongan nilai gaji.

Sebelum lapor ke FIFA, Alex lebih dulu curhat di media sosial. Ia menyebut sampai memohon-mohon ke Presiden Bimo D.P Wirjasoekarta agar gajinya tidak dipotong. Bimo mengaku Alex tak pernah menghadap ke dirinya, malah Alex tak pernah mau diajak bertemu untuk membicarakan keluhan sang pemain.

Hal itu kemudian menjadi celah Tira Persikabo untuk melaporkan Alex ke kepolisian. Pada akhirnya Alex pun mencabut laporannya di FIFA.

Tapi Persija enggan berkomentar soal potensi melakukan pelaporan Simic ke kepolisian. Persija lebih memilih memantau situasi sambil mempertimbangkan langkah yang akan diambil.

"Soal Simic ke FIFA, kami sebagai salah satu klub bola terbesar di Indonesia, tentunya kami menaati semua aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk yang diatur federasi dan FIFA," kata Prapanca.

"Intinya saya akan berusaha yang terbaik menjaga nama Persija, terserah warganet mau ngomong apa terserah, bahwa ke depan semuanya masih bisa berubah," ucapnya diplomatis.

(adp/adp)