Air Mata Arema FC

ADVERTISEMENT

Air Mata Arema FC

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 03 Okt 2022 18:55 WIB
Mereka melakukan doa bersama sekaligus memberikan belasungkawa kepada para korban di dalam Stadion Kanjuruhan.
Air Mata Arema FC (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Para pemain Arema FC dan staff lakukan tabur bunga di Stadion Kanjuruhan. Mereka begitu terpukul atas Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa. Air mata tumpah.

Para pemain Arema FC datangi Stadion Kanjuruhan, Malang pada Senin (3/10) sore WIB. Mereka menabur bunga dan mengheningkan cipta untuk para korban Tragedi Kanjuruhan.

Pelatih Arema FC Javier Roca berlutut di tengah lapangan. Para pemain Arema FC pun menangis sampai bersujud.

Mereka kemudian melakukan doa bersama untuk ratusan korban jiwa dari Tragedi Kanjuruhan dan juga kepada korban yang luka-luka.

Salah satu pemain menenangkan rekannya yang menangis dan bersujud di lapangan.Salah satu pemain menenangkan rekannya yang menangis dan bersujud di lapangan (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Dalam akun resmi sosial media Arema FC, tidak banyak kata-kata yang dipaparkan. Pihak Arema terlihat begitu terpukul atas tragedi kelam itu.

"Hari ini pemain, tim pelatih dan official menaburkan bunga di Stadion Kanjuruhan, kesedihan luar biasa sangat dirasakan," tulisnya.

"Arema FC dan Aremania adalah keluarga, duka mendalam sangat kami rasakan, semoga yang telah tiada mendapatkan tempat terbaik di sisiNya dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Kita lalui bersama-sama," sambungnya.

Tragedi Kanjuruhan menjadi duka kelam bagi sepakbola Indonesia dan dunia. 125 Korban jiwa meninggal dunia setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam WIB di Stadion Kanjuruhan.

Pemerintah sudah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi Tragedi Kanjuruhan agar diusut tuntas. Kronologi sementara berdaskan penuturan saksi mata dan kepolisian, para suporter masuk ke lapangan kemudian ricuh dengan petugas keamanan.

Gas air mata ditembakkan, sampai ke arah tribun. Para suporter yang terjebak karena pintu-pintu stadion yang terkunci akhirnya sesak nafas, terhimpit, pingsan, sampai meninggal dunia.

Kini, pemerintah lewat TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) akan mengusut tuntas tragedi tersebut. Pihak Arema FC pun akan turut ikut membantu serta memberikan layanan kepada para korban.

(aff/ran)

ADVERTISEMENT