Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Pandit

    Dari Lewandumbski hingga Lewangoalski

    Aqwam F. Hanifan - detikSport
    KiriPrev 5 of 7 NextKanan
    AFP/Pierre-Philippe Marcou AFP/Pierre-Philippe Marcou
    Jakarta -

    Melihat kegagalan Lewandowski, dengan gesit Dormund menikung. Dengan harga yang sama, Lewandowski langsung diboyong ke Bundesliga dan dikenalkan ke publik Westfalenstadion.

    Gelar sebagai topskorer di klub sebelumnya bukan jaminan ia langsung masuk tim utama. Apalagi sudah jadi kebiasaan Juergen Klopp untuk memasang satu striker di depan. Dan Lewandowski gagal mendapatkan peran itu. Di musim pertamanya ia gagal bersaing dengan penyerang asal Paraguay, Lucas Barrios, dalam memperebutkan posisi pemain inti.

    Selama paruh musim pertama bersama Dortmund, Lewandowski hanya mampu mencetak 4 gol. Kondisi ini membuat pemain yang kala itu berusia 21 tahun mendapat tekanan dari media. Bahkan tabloid olahraga ternama Bild bahkan menjulukinya "Lewandumbski".

    Tak tinggal diam, Klopp pun membela anak asuhnya ini. "Apa yang saya harapkan dari dia adalah bahwa dia akan menjadi yang terbaik. Saya yakin dia bisa. Robert sangat berbakat, tapi dia harus menunjukkan lebih banyak, banyak lagi," bela Klopp.

    Keberuntungan itu akhirnya datang juga. Jelang paruh kedua, playmaker Shinji Kagawa mengalami cedera yang membuatnya harus duduk di bangku pesakitan hingga akhir musim. Secara mengejutkan, Klopp mengestafetkan tugas yang diemban Kagawa kepada Lewandowski.

    "Saya tidak peduli di mana posisi saya bermain. Tujuan utama saya adalah untuk memenangkan tempat di tim. Saya masih muda dan mau belajar banyak, karenanya saya akan bermain di mana pelatih memainkan saya dan akan bekerja maksimal dengannya," ucapnya.

    Posisi yang harus dijalani Lewandowski adalah sebagai playmaker pengatur ritme serangan.  Bermain yang dibukan posisinya, peran Lewandowski jadi tak termaksimalkan. Kendati sering tampil sebagai starter dan Dortmund mampu meraih titel Bundesliga, dia banyak dicela oleh suporter. Sebagai pemain yang bertipikal menyerang, gol yang dicetaknya pun sangat sedikit, yaitu hanya empat.

    "Ini adalah tahun pertama saya di Bundesliga. Saya butuh beradaptasi berapa waktu. Saya memainkan posisi nomor sepuluh pada paruh kedua musim ini dan itu adalah posisi baru bagi saya," katanya.

    Pulihnya kembali Kagawa membuat Lewandowski getir. Posisinya kembali terancam. Namun siapa sangka Dewi fortuna kembali menghampirinya. Di musim 2011/2012, di saat liga belum berjalan, Barrios dinyatakan mengalami cedera yang cukup parah saat membela timnas Paraguay. Alhasil Lewandowski pun kembali ke khitahnya sebagai seorang striker murni.

    Kepercayaan yang diberikan Klopp dibayarnya dengan torehan gol-gol yang tak sedikit jumlahnya. Duapuluh dua gol yang ia cetak sepanjang musim membuat Dormund dapat mempertahankan gelar sebagai die Meister Bundesliga selama dua musim berturut-turut.  Torehan ini membuat fans menjulukinya sebagai Lewangoalski.

    (rin/a2s)
    KiriPrev 5 of 7 NextKanan
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game