Cristiano Ronaldo Dibilang Bertingkah seperti Primadona MU!

Kris Fathoni W - Sepakbola
Selasa, 18 Jan 2022 12:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 03: Captain Cristiano Ronaldo of Manchester United during the Premier League match between Manchester United  and  Wolverhampton Wanderers at Old Trafford on January 03, 2022 in Manchester, England. (Photo by Gareth Copley/Getty Images)
Cristiano Ronaldo Dibilang Bertingkah seperti Primadona MU! (Foto: Getty Images/Gareth Copley)
Jakarta -

Komentar teranyar Cristiano Ronaldo soal situasi di Manchester United tak cuma dapat apresiasi. Ada pula yang mengkritik keras dan menilai Ronaldo bertingkah seperti seorang primadona.

Di tengah performa Setan Merah yang belum juga maksimal di bawah arahan Ralf Rangnick, CR7 melontarkan pernyataan seputar kondisi di klub. Curhatan itu salah satunya diapresiasi eks-rekan satu timnya di MU, Wayne Rooney.

"Manchester United harus jadi tim yang nomor satu, bukan cuma tiga besar. Itulah tekanan yang tinggi di klub ini, untuk terus memenangi trofi," kata Rooney, mengamini pernyataan Ronaldo seputar MU yang harusnya minimal di tigas besar.

"Ada tuntutan seperti itu ketika Anda bermain atau bekerja di MU. Memang sekarang MU sedang dalam fase sulit, tapi mereka harus segera bangkit dan terus berjuang," tambahnya.

Di sisi lain, ada pula pernyataan Ronaldo yang dianggap sebagai kritik terhadap rekan satu timnya sendiri di MU. "Jika aku memberimu saran, akan sulit jika kamu tidak menjalankannya dalam keseharian, walaupun kamu lebih muda dari diriku. Orang itu bisa dinasihati sepanjang hari, tapi jika tak datang dari diri sendiri maka mustahil. Ada pula yang tak terima jika dikritik -- maksudku bukan generasi pemain kami saja tapi secara umum. Aku, kan, juga punya anak."

Kata-kata Cristiano Ronaldo itulah yang lantas dapat kritik keras dari Garth Crooks, pundit-nya BBC. Ia tidak terkesan dengan pilihan kata-kata CR7, yang dinilainya perlu introspeksi diri.

"Ronaldo sudah mengutarakan keprihatinan akan perilaku beberapa rekan satu timnya dan mengindikasikan hal itu perlu dibenahi agar United sukses musim ini. Saya setuju sekali dan seharusnya hal itu dimulai dari dirinya sendiri. Sejak kembali ke Old Trafford, pemain internasional Portugal itu sudah bersikap seperti seorang primadona," tulis Crooks dalam kolomnya.

"Mungkin saja ia adalah bintang utamanya, tapi kebiasaannya mengangkat-angkat tangan ke udara ketika situasi tak berjalan baik buatnya sungguh menjengkelkan -- bagaikan ingin bilang bahwa keluhan suporter atas kegagalan United semata karena rekan satu timnya dan sama sekali bukan karena dirinya sendiri."

Fakta bahwa Cristiano Ronaldo sudah mencetak 14 gol, plus tiga assist, buat the Red Devils di seluruh ajang musim ini juga sama sekali tidak bikin Garth Crooks terkesan. Ia tetap merasa Ronaldo sama sekali tak maksimal.

"Saya berharap lebih dari pemain sekaliber dirinya. Permainan ini bukanlah semata mencetak gol dan terlihat oke. Permainan ini tak ada artinya jika bukan karena tim. Ronaldo selalu terlihat oke di lapangan, tapi terkadang ketika situasinya sedang buruk ia harus rela berjibaku agar timnya bisa melewati masa-masa sulit," sebutnya.

"Jika peraih lima Ballon d'Or ingin menyudahi kariernya dengan cemerlang di Old Trafford, ia harus mengindahkan kata-kata (Ralf) Rangnick dan memulai obrolan brutal, tapi tulus dari hati ke hati, dengan rekan-rekan satu timnya dan membangkitkan semangat dalam tim. Tapi sebelum itu terjadi, pertama-tama ia harus membenahi diri sendiri."

(krs/cas)