Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Umpan Silang

    Catatan Sepakbola

    AS Roma Kembali ke Zemanlandia

    Novitasari Dewi Salusi - detikSport
    Getty Images Getty Images
    Jakarta - Sejak awal musim lalu, ini mungkin akan jadi kali kedua bagi fans AS Roma menyaksikan revolusi di klubnya kesayangannya. Untuk era baru jilid kedua ini, Roma akan mengarunginya bersama Zdenek Zeman.

    Di awal musim lalu, Roma memasuki era baru setelah klub diakuisisi oleh pengusaha Amerika Serikat, Thomas DiBenedetto. Dengan suntikan dana segar, I Giallorossi aktif bergerak di bursa transfer musim panas tahun lalu.

    Tak kurang dari 11 pemain menjadi penghuni baru Trigoria, baik yang berstatus permanen maupun pinjaman. Di jajaran pelatih, Luis Enrique yang sebelumnya menangani Barcelona B ditunjuk sebagai allenatore anyar. Perombakan besar itu juga termasuk direkrutnya Walter Sabatini sebagai Direktur Teknik serta 'pulangnya' Franco Baldini yang menjadi Direktur Umum.

    Dengan segala hal yang baru itu, Romanisti menatap musim 2011/2012 dengan semangat baru, seraya berharap tim kesayangannya meraih kesuksesan.

    Tapi musim itu tak berjalan seperti yang diharapkan. Roma kerap menunjukkan inkonsistensi di lapangan. Di akhir musim, Francesco Totti dkk. hanya finis di urutan tujuh dan tak mendapat tiket ke kompetisi Eropa.

    Merasa gagal, Luis Enrique akhirnya memutuskan untuk mundur. Roma pun kembali mencari pelatih baru. Kali ini Zdenek Zeman ditunjuk untuk melanjutkan era baru di klub ibukota itu.

    Zeman bukanlah orang baru bagi Roma. Pria 65 tahun itu pernah menangani I Lupi di periode tahun 1997-1999. Selama dua musim menukangi Roma, Zeman memang tak memberi gelar juara. Tapi selama dua musim itu Roma menjadi tim dengan produktivitas gol tertinggi di Seri A.

    Zeman memang dikenal sebagai pelatih yang berorientasi pada gaya bermain menyerang. Reputasinya mulai menanjak di awal tahun 1990an saat membawa Foggia yang berlaga di divisi tiga Liga Italia promosi ke Seri A dalam dua musim. Periode itu serta gaya bermainnya itulah yang kemudian dikenal dengan nama Zemanlandia.

    Sebelum kembali ditunjuk untuk menangani Roma, Zeman melatih klub Seri B, Pescara. Pescara pada akhirnya dibawa promosi ke Seri A dengan status sebagai juara Seri B. Pescara juga menjadi tim yang paling produktif dengan mencetak 90 gol dalam satu musim.

    Ide Zeman soal sepakbola adalah tentang menyerang, menyerang, dan menyerang. Dengan formasi andalan 4-3-3, dia hanya tertarik untuk mencetak gol lebih banyak daripada lawannya.

    "Kapanpun kami menyerang, ketiga penyerang harus ada di area penalti. Sedangkan dua dari tiga midfielder juga maju. Dengan cara itu, lawan tertekan di belakang. Kemudian Anda mengirim bola ke dalam kotak penalti, dan karena Anda punya lebih banyak pemain, Anda punya kesempatan lebih banyak untuk mencetak gol. Ini bukan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Ini adalah matematika sederhana."

    Begitulah Zeman menggambarkan bagaimana timnya dalam menyerang. Sepakbola gaya menyerang ala Zeman bahkan sudah dimulai sejak kick-off. Saat timnya melakukan kick-off, Zeman akan menaruh enam hingga delapan pemainnya di garis tengah lapangan. Dalam situasi itu, tak jarang Zeman hanya meninggalkan dua pemain belakang di garis pertahanan.

    Selain pelatih baru, Roma juga melakukan perombakan dalam tim. Beberapa muka lama seperti Marco Cassetti, David Pizarro, Fabio Simplicio, Juan, Cicinho, Leandro Greco, Aleandro Rosi, Gianluca Curci, hingga Gabriel Heinze sudah tak lagi berseragam Roma.

    Di jendela transfer musim panas ini, Roma terbilang cukup aktif mendatangkan pemain. Di setiap lini ada suntikan pemain baru.

    Meski akan memainkan sepakbola menyerang bersama Zeman, lini pertahanan tetap mendapat perhatian dari manajemen Roma. Musim lalu, Roma kebobolan 54 gol atau yang terburuk ketujuh dari 20 tim di Seri A.

    Untuk memperkuat lini belakang tiga pemain bertahan didatangkan dari klub Brasil, Corinthians. Mereka adalah Leandro Castan, Dodo, dan Marquinhos. Roma juga merekrut Ivan Piris serta Federico Balzaretti yang sudah berpengalaman di Seri A.

    Untuk lapangan tengah, Roma mendatangkan midfielder Amerika Serikat, Michael Bradley (Chievo) serta Panagiotis Tachtsidis yang musim lalu dipinjamkan dari Genoa ke Verona.

    Di barisan penyerang, setelah menjual Fabio Borini ke Liverpool, Roma merekrut striker muda Italia lainnya, Mattia Destro. Di musim lalu, Destro cukup tajam dengan mengemas 12 gol untuk Siena. Roma juga mendapat suntikan amunisi baru lewat Nico Lopez yang promosi dari tim primavera.

    Barisan pemain-pemain baru Roma itu akan berkolaborasi dengan pemain lama seperti Maarten Stekelenburg, Nicolas Burdisso, Daniele De Rossi, Miralem Pjanic, Bojan Krkic, Pablo Osvaldo, Erik Lamela, dan sang kapten, Francesco Totti.

    Sejauh ini, persiapan Roma jelang bergulirnya Seri A musim 2012/2013 cukup positif. Selama pra-musim, Roma selalu memetik kemenangan dari sembilan laga ujicoba yang dijalani dan mencetak total 43 gol.

    Roma memang masih berada di bawah Juventus, AC Milan dan Inter Milan dalam bursa calon peraih scudetto. 'Penyakit' di musim lalu yang bernama inkonsistensi harus segera dihilangkan jika ingin tetap menjaga persaingan di papan atas.

    Jadi, sejauh mana Zemanlandia jilid II ini akan melangkah?


    * Tulisan ini bersifat opini, tidak merupakan dan mencerminkan sikap redaksi.





    (nds/krs)
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game