Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Umpan Silang

    Kolom M. Fadli

    MotoGP yang Kian Kompetitif dan Potensi Persaingan di 2017

    M. Fadli - detikSport
    Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
    Jakarta - Sebenarnya terhitung dua tahun terakhir pihak Dorna selaku promotor MotoGP sudah menyajikan tontonan yg sangat menarik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Karena Dorna membuat regulasi MotoGP agar lebih kompetitif antara sesama team factory maupun team satelite.

    Seperti yang kita tahu, sebelumnya ada yang kita kenal sebagai 'Fantastic Four'. Empat pebalap yang 'memiliki' MotoGP. Empat pebalap yang sangat mendominasi. Mereka adalah Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez. Hampir setiap seri, nama-nama itu lagi yang mendominasi jalannya perlombaan. Jadi wajar saja kalau penonton awam kenalnya hanya Rossi dan Marquez, atau Lorenzo.

    MotoGP yang Kian Kompetitif dan Potensi Persaingan di 2017Foto: Grandyos Zafna/detikSport


    Karena alasan itu sepertinya Dorna lantas ingin menyajikan balapan yang lebih seru dan dinamis, seperti yang bisa dinikmati di Moto3 dan Moto2. Balapan yang sangat kompetitif membuat kita, para penonton dan penikmat MotoGP, akan susah menebak siapa yg akan berdiri di atas podium. Sekarang Dorna sudah berhasil membuat tontonan lebih menarik terutama di dua tahun terakhir ini. Mereka melakukan pembatasan-pembatasan, dari mulai mesin yang hanya enam engine saja, penggunaan bahan bakar maksimum 20 liter dan one make tire, yaitu penggunaan ban satu merek.

    Dan mulai tahun 2016, keseruannya bertambah. Setiap pabrikan hanya boleh memakai ECU yang di suplai dari Dorna yaitu Magneti Marelli asal Italia. Sebelumnya, sewaktu masih bebas dalam hal penggunaan perangkat elektronik (ECU), setiap pabrikan bebas memodifikasi sesuai spek dan maunya mesin seperti apa.

    Contoh, Honda dengan HRC-nya, Yamaha dengan YEC-nya. Sementara Ducati setia dengan Magneti Marellinya. Dan yang pintar melihat peluang di sini adalah pendatang baru, yang setelah beberapa tahun absen dan baru kembali lagi berlaga di ajang MotoGP, Suzuki.

    Kenapa Suzuki lebih pintar? karena pabrikan asal Jepang itu sudah menggunakan Magneti Marelli sejak hadir di 2015, dan sepertinya mereka tahu MotoGP akan akan menjadi one make ECU di 2016.

    Setelah kemunculan regulasi-regulasi baru itu barulah bermunculan pebalap yang mengguncang dominasi 'Fantastic Four'. Mereka adalah, Maverick Vinales, Cal Crutchlow, Jack Miller dan tidak ketinggalan duo Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Ianone. Dan sebenarnya masih banyak lagi pebalap yang sudah bergabung di 'front group' ini.

    Jadi, memang balapan MotoGP begitu dinamis setiap tahunnya sehingga setiap team pabrikan tidak bisa ada kata santai. Mereka wajib untuk terus melakukan riset pada pacuannya masing-masing.

    Berawal dari regulasi yang bikin persaingan semakin kompetitif di atas, barulah kita ulas prediksi beberapa pebalap dan tim di 2017. Kecuali Repsol Honda, ada banyak sekali perpidahan pebalap terjadi, termasuk kedatangan para rookie dan tim-tim baru yang mencoba melesat ke front group. Berikut akan diulan beberapa pebalap yang berganti tim, serta mereka tim-tim baru di MotoGP.

    Maverick Vinales. Pebalap andalan suzuki tahun lalu itu sangat mendominasi terutama di semester kedua dengan gayanya yang agresif, dan tahun ini dia masuk ke team besar yaitu Yamaha Factory yang bisa saja dia akan diprediksi sebagai calon juara dunia karena berada di tim kuat dan punya team mate seperti Valentino Rossi sebagai tolok ukur di tim tersebut. Asal tahu saja, sebenarnya persaingan terberat bukan terjadi dengan pebalap lain, melainkan dengan satu tim sendiri.

    Jorge Lorenzo. Pebalap ambisius yang satu ini mencoba peruntungannya di Ducati karena beberapa alasan. Salah satunya adalah- seperti yang sudah dibahas sebelumnya - kita lihat bagaimana dia tahun lalu selalu clash dengan team mate-nya yaitu Valentino Rossi, membuktikan betapa kerasnya persaingan dengan teman satu tim sendiri. Alasan lainnya adalah - tentunya - gaji yang dua kali lipat dibandingkan yang didapat di Yamaha.

    Tentu dia akan mempunyai ambisi untuk merebut juara dunia menggunakan Ducati yang sudah absen juara dunia semenjak 2007 lewat Casey Stoner. Walaupun hasil test kurang memuaskan, tapi banyak pihak yang menilai itu bukan acuan. Karena tes itu sebenarnya bukan ajang beradu cepat, tapi mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Terlebih seri pertama di Losail, Qatar, punya tipikal high speed yang adalah makanannya Ducati, yang beberapa hari lagi akan kita saksikan race-nya.

    Andrea Ianone. Perpindahan Ianone dari Ducati ke Suzuki bukanlah hal yang buruk, malah sebagai pebalap yang punya mental bagus dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukan pada Ducati bahwa dia masih layak. Dengan modal performance Suzuki yang sudah terlihat dari tahun lalu, banyak pengamat menilai Ianone akan bersaing di top grup untuk memperebutkan podium.

    Barisan Rookie: Johan Zarco, Jonas Folger dan Alex Rins. Tiga pebalap yg sangat menjanjikan ini berada di team satelite, Zarco dan Folger bergabung dengan Yamaha Tech 3, sementara Rins berada di team Suzuki Factory. Jawara-jawara Moto2 class ini sepertinya sangat kompetitif dilihat dari hasil tes kemarin, terbukti mereka beradaptasi dengan sangat cepat di kelas para raja ini. Ya, boleh jadi mereka akan menjadi dark horse buat MotoGP tahun ini.

    KTM Factory. Dengan mengandalkan pebalap yang berpengalaman di MotoGP yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith, KTM sebagai pendatang baru akan lebih mudah beradaptasi dengan masukan dan pengalaman dari kedua pebalap tersebut ya meskipun harus banyak mengumpulkan data setting karena tim ini baru pertama kali ikut di kelasnya para raja. Tapi bukan hal yang sulit untuk KTM mengingat pengalamannya mereka di kelas Moto3.

    Aprilia Racing Gresini. Tim ini memiliki pebalap kombinasi, senior dalam diri Aleix Espargaro dan pebalap yang baru naik kelas seperti Sam Lowes. Sepertinya ini yang dilirik dari Aprilia, yang berharap pebalap senior seperti Aleix, yang banyak kontribusinya di Suzuki tahun lalu bersama Vinales, bisa berkontribusi sama. Tahun ini diulang dengan Aprilia dengan menggabungan pebalap senior dan pebalap muda untuk mempercepat akselerasi mereka di premier class.

    Aspar Team. Team ini menggunakan basic mesin dari Ducati dan mengandalkan Alvaro Bautista yg tahun lalu di Aprilia. Pebalap yang cukup pengalaman ini di gadang-gadang akan kompetitif dengan motor Ducatinya. Team mate-nya adalah Karel Abraham yang come back ke kelas para raja setelah tahun lalu di WSBK. Dan hasil keduanya di tes pramusim cukup menjanjikan. Mereka tidak lepas dari 10 besar. Berarti cukup kompetitif untuk 2017 ini.

    So, jangan lewatkan persaingan balapan kelasnya para raja tahun ini. Dipastikan akan banyak drama-drama, seperti sinetron dari setiap episodenya selama setahun penuh membuat penggemarnya sayang untuk melewatkan Hihihi....

    Salam dari Losail.




    ====

    Penulis adalah orang yang tidak punya hobi apa-apa, selain otomotif dan sepeda. Mantan pebalap nasional dan asia dalam kurun waktu 15 tahun. Instruktur untuk pebalap muda binaan Astra Honda Motor serta founder @43racingschool pemilik akun Instagram @mfadly43 (din/krs)
    Load Komentar ...
    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game