Masukkan kata pencarian minimal 3 karakter
Searching.. Please Wait
    Umpan Silang

    Kolom Ishadi SK

    Pemain Bintang dan Teknologi Penyiaran Jadi Suguhan Utama Piala Dunia 2018

    Ishadi SK - detikSport
    VAR jadi teknologi baru di Piala Dunia 2018 yang membuat banyak perubahan di atas lapangan (FIFA) VAR jadi teknologi baru di Piala Dunia 2018 yang membuat banyak perubahan di atas lapangan (FIFA)
    Jakarta - Pertandingan sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2018, berlangsung di Rusia sejak 14 Juni sampai 15 Juli 2018.

    Total 32 negara yang telah lolos mengikuti kualifikasi selama dua tahun terakhir telah menyelesaikan fase grup dan kini akan menghadapi 16 Besar. Berdasarkan sistem undian, ada grup-grup angker yang terdiri dari negara-negara yang kuat dan terbaik di dunia. Namun ada juga yang kekuatan antar negaranya lebih merata.



    Dibantu Teknologi Siaran Televisi yang Baru dan Canggih

    FIFA yang menggelar 64 pertandingan sampai final mempersiapkan liputan televisi yang nyaris sempurna. Untuk meliput pertandingan, di setiap lapangan disiapkan hampir 100 kamera dengan teknologi mutakhir 4K yang memungkinkan penonton dapat menyaksikan di saluran TV atau pun layar lebar dengan sangat terang berwarna serta audio yang jelas.

    Setiap sudut lapangan terliput dengan sempurna, sehingga penonton di rumah yang menonton lewat TV Kabel ataupun TV High Definition bisa menonton dengan enak. Termasuk para penikmat nonton bareng di Café, restoran, mal, warung, maupun di lapangan dan jalan jalan raya yang terpaksa diutup agar warga kampung dan desa bisa menikmati.

    VAR bisa merevisi keputusan wasitVAR bisa merevisi keputusan wasit Foto: Reuters


    Demam bola telah terjadi jauh hari sebelumnya. Transmedia sendiri menggelar lomba kostum video maupun foto serta ada lomba kampung yang menyemarakkan Piala Dunia 2018 dengan mengubah warna jalanan maupun dinding rumah dengan warna tim favorit. Setiap pemenangnya diberi hadiah, mulai dari 500 ribu rupiah hingga 100 juta rupiah per-kampung.

    FIFA memperkirakan 3,5 miliar orang di dunia nonton Piala Dunia selama sebulan penuh. Para penonton di luar Rusia sendiri harus siap bergadang sampai pagi. Itulah demam bola yang hadir tiap empat tahun sekali.

    Untuk membuat semua pertandingan enak di tonton, FIFA menerapkan aturan ketat. Selama 48 pertandingan di fase grup wasit telah mengeluarkan 158 kartu kuning dan 3 kartu merah.

    Untuk menjaga netralitas hakim, FIFA menerapkan teknologi baru yang disebut VAR, atau Video Assistance Referee. Disiapkan 34 kamera khusus untuk membantu tim VAR bekerja dengan kamera-kamera yang terus menerus memonitor seluruh lapangan sehingga setiap kecurangan atau kesalahan wasit dapat diawasi.

    Semua yang tertangkap kamera kemudian dikirim ke 'VAR Room', di mana delapan wasit yang memonitor detik demi detik jalannya pertandingan. Ini adalah teknologi terbaru yang diterapkan dalam pertandingan sepakbola.



    Kalau ada kesalahan wasit yang menimbulkan kontroversi, wasit akan menghentikan pertandingan sejenak dan memonitor layar VAR yang disiapkan khusus di pinggir lapangan.

    Dalam beberapa kasus, tendangan penalti dibatalkan setelah mendapat 'advise' dari VAR. Bahkan sebuah gol dianulir meski sebelumnya wasit telah membunyikan peluit tanda mengesahkan gol tersebut. Berkat VAR, para pemain dan penonton menerima putusan terbaru itu.

    Teknologi dan kemewahan pengadaan kamera 100 buah berhasil menangkap setiap sudut dan gerakan bola di lapangan. Penonton di rumah dan luar lapangan disuguhi pertandingan bola yang cantik dan enak ditonton, karena di setiap detik kamera akan memonitor dan menyajikan slow motion re-run beberapa detik, kejadian yang menarik di setiap sudut lapangan.

    Aksi sliding, benturan fisik, atau tendangan bebas yang oleh penonton di stadion tidak mampu dilihat secara jelas, justru dihadirkan dengan apik bagi para penonton televisi. Jadilah potongan gambar-gambar indah ketika para pemain kelas dunia melakukan tekel atau melepaskan umpan ke depan gawang yang memunculkan kemelut (scrimmage).

    Hal ini membuat penonton di stadion maupun di luar seakan-akan menonton langsung di pinggir bahkan di tengah lapangan, melihat bagaimana para bintang beraksi merebut bola.

    Kumpulan Bintang-bintang Sepakbola Dunia

    Piala Dunia adalah ajang pemain untuk menampilkan yang terbaik dan merebut kemenangan untuk negaranya. Di luar itu, setiap pemain yang berhasil tampil apik bakal bonus secara tidak langsung: harga transfer yang naik signifikan.

    Piala Dunia telah menjadi ajang pemain bintang pamer kemampuan seiring datangnya bursa transfer. Terdapat puluhan pemain bintang ikut serta bertarung dalam pertandingan-pertandingan, setiap negara punya superstar-nya sendiri-sendiri.

    Cristiano Ronaldo sebagai salah satu superstar Piala Dunia 2018Cristiano Ronaldo sebagai salah satu superstar Piala Dunia 2018 Foto: Ricardo Moraes/Reuters


    Berbicara tentang pemain bintang, mereka tak bisa dilepaskan dari klub yang dibela pada musim reguler. Jika dirinci, Manchester City merupakan klub yang paling banyak menyumbangkan pemain bintang di Piala Dunia 2018 ini. Tercatat tidak kurang dari 16 pemain bintangnya diserahkan ke masing masing negara. Kiprah City ini disusul Real Madrid dengan 15 pemain, dan Barcelona yang menyumbang 14 pemain.

    Kapten kesebelasan Brasil Nymar misalnya merupakan pemain termahal. Dengan harga transfer 227 juta euro. Atau Rp, 1,4 triliun !

    Menjaga Pemain Bintang

    Daya tarik para pemain bintang ini membuat FIFA secara khusus memberi briefing kepada semua manajer tim untuk berhati-hati agar para bintang terhindar cedera berat. Alasannya sederhana. Para pemain maha bintang ini sangat berarti untuk klubnya.

    Di Piala Dunia 2018 ini beberapa bintang sepakbola mendapat porsi pemberitaan yang lebih dari yang lain. Mereka, yang memang spesial itu, adalah Lionel Messi (Barcelona), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Neymar (Paris St Germain), Eden Hazard (Chelsea), Harry Kane (Tottenham Hotspur), Paul Pogba (Manchester United), Luka Modric (Real Madrid), dan Mohamed Salah (Liverpool).



    FIFA juga telah mewanti-wanti wasit dan penjaga garis untuk menjaga agar tidak terjadi gerakan yang memungkinkan pemain-pemain bintang itu cedera, terutama untuk menghindari klaim dari klub pemilik si pemain.

    Kalau mereka cedera dan kemudian tidak bisa ikut turun di laga-laga berikutnya, akan ada 3,5 miliar penonton yang kecewa karena mereka menuntut permainan yang indah dan tetap diiktui bintang-bintang bola unggulan mereka.

    Piala Dunia memang merupakan ajang yang dinanti dan begitu enak ditonton. Tentu kita ingat di ajang World Cup tahun 1986, di pertandingan antara Argentina vs Inggris, kapten tim Argentina Diego Maradona memasukan bola ke gawang lawan lewat pukulan tangan kanannya.

    Karena belum ada VAR, wasit tidak menganulir goal yang terjadi. Pemain Ingris dan penonton berteriak memprotes, tapi pertandingan dilanjutkan.

    Tapi dua menit kemudian Maradona membayar 'dosanya' itu dengan mencetak gol yang diangap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Dari tengah lapangan dia membuat gerapak menggiring bola sambil meliuk-liukkan badan melewati enam pemain Inggris. Setibanya di kotak penalti, dengan penuh keyakinan Maradona pun menendang ke gawang Inggris.

    Sejenak semua pemain dan penonton terpesona sampai akhirnya seluruh penonton dan pemain Argentina bersorak riuh sambil menyebutkan suatu keajaiban.

    Bertahun-tahun setelahnya goal indah Maradona itu menjadi perbincangan. Maradona menjadi Dewa sepakbola mengalahkan Edison Arantes alias Pele sang kaisar sepak bola Brasil.

    Demikianlah, pertandingan, perlakuan terhadap pemain bintang, dan dukungan teknologi belum pernah disiapkan seperti ini pada Piala Dunia sebelum-sebelumnya. Pada era Facebook, YouTube, dan teknologi media online sekarang ini, menonton siaran ulang pertandingan Piala Dunia tak lagi terbatas layar televisi. Laptop atau telepon genggam mengantar Piala Dunia 2018 ke genggaman miliaran orang di seluruh dunia.

    Selama Piala Dunia satu bulan lamanya, dunia seakan berhenti berputar karena seluruh perbincangan, perdebatan 3,5 miliar manusia akan fokus ke Rusia, tepatnya ke stadion-staidon tempat pertandingan digelar.

    Sekitar 3,5 miliar manusia di semua negara, kota, desa, dan pelosok kampung terlibat dalam kegiatan ini secara fisik. Tak heran jika kostum pemain beserta segala aksesorisnya laris diperjualbelikan.

    Bagi Indonesia sendiri, Piala Dunia menjadi selingan selama sebulan penuh setelah mengikuti hiruk-pikuk debat Pilkada, demonstrasi, atau luapan amarah di radio, televisi, atau media sosial.

    Menikmati jeda dan fokus ke Piala Dunia barang sejenak, menikmati pertandingan yang netral dan jauh dari hujatan dan tuduhan dunia politik. Meski periode ini suatu saat akan berlalu, mudah-mudahan jeda sebulan akan memperkuat lahir batin kita untuk menghadapi kenyataan politik yang harus kita lewati untuk masa depan kita sendiri.

    Dunia memang bukan sepakbola semata.

    Salam,

    Ishadi S.K
    Transmedia

    30 Mei 2018

    Ishadi SKIshadi SK Foto: Ishadi SK




    =======

    Penulis adalah Komisaris Transmedia dan praktisi televisi

    (din/fem)

    Kontak Informasi Detikcom
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Iklan: sales[at]detik.com
    More About the Game
    umpan-silang