Valentino Rossi Pensiun, Lionel Messi Tinggalkan Barcelona

Tim detikcom - Sepakbola
Jumat, 06 Agu 2021 11:00 WIB
Rossi, Messi
Foto: Olahan (Getty Images)
Jakarta -

Berikut kumpulan pemberitaan dunia olahraga mengenai akhir dari sebuah era; Valentino Rossi mengumumkan pensiun usai MotoGP 2021 dan Lionel Messi meninggalkan Barcelona.

Di hari Kamis (5/8) sore, indikasi Rossi akan mengumkan pensiun sudah tercium lewat agenda jumpa pers 'luar biasa' pada malam hari pukul 21.15 WIB, yang dilakukan menjelang MotoGP Styria 2021 pada akhir pekan.

"Exceptional Press Conference with Italian MotoGP rider Valentino Rossi," demikian label untuk sesi tersebut.

Tidak keliru, karena kemudian The Doctor benar-benar mengumumkan kepergiannya dari dunia balap motor Grand Prix yang sudah membesarkan namanya. Valentino Rossi pensiun dari MotoGP setelah musim ini tuntas.

"Saya sudah memutuskan untuk berhenti di akhir musim ini, jadi ini akan menjadi setengah musim terakhir saya sebagai pebalap MotoGP," ujar Rossi.

Pengumuman itu sekaligus menandai berakhirnya sebuah era di MotoGP. Eranya Valentino Rossi.

Bukan apa-apa, dalam kariernya di dunia balap motor grand prix, yang memanjang sedari 1996 sejak debutnya bersama Aprilia di kelas 125cc, Valentino Rossi sudah meraih setumpuk pencapaian gemilang yang seakan tiada habisnya dibicarakan.

Peraih 9 gelar juara dunia di seluruh kelas itu, dengan rincian sekali di kelas 125 cc, sekali di kelas 250 cc, dan 7 kali di kelas 500 cc/MotoGP, sudah sedemikian identik dengan dunia balap yang sebaliknya juga telah menjulangkan namanya.

CORRECTING DETAILWorld Champion Italian rider Valentino Rossi of Fiat Yamaha celebrates defending his seventh Moto GP title the Malaysian Motocycle Grand Prix at the Sepang racing circuit on October 25, 2009. Defending world champion Rossi claimed the victory in wet track conditions, while Australian Casey Stoner won the Malaysian MotoGP race. The 30-year-old Rossi secured the title despite only coming in third. Spain's Dani Pedrosa was second. AFP PHOTO/SAEED KHAN / AFP PHOTO / SAEED KHANValentino Rossi semasa di Yamaha, pada tahun 2009. Foto: AFP PHOTO / Saeed Khan

Publik saat ini memang hanya dapat melihat sisa-sisa kegemilangan rider 42 tahun peraih 89 kemenangan dan 199 podium tersebut. Tapi jauh sebelum aksinya bersama Petronas Yamaha SRT saat ini, Rossi adalah maestro dunia balap.

Hal itu pula yang membuatnya masih menjadi rider ketiga sepanjang sejarah yang punya total gelar juara dunia terbanyak. Ia hanya kalah dari Giacomo Agostini (15 gelar juara dunia) dan Angel Nieto (13 gelar juara dunia).

Dalam beberapa musim terakhir, segala daya dan upaya juga sudah dikerahkan Valentino Rossi untuk menggenapkan titel juara dunia menjadi 10 -- yang tak kunjung berbuah. Hal serupa, sejauh ini, lantas ia alami dalam usahanya mengejar kemenangan ke-90.

"Aku menyesal tak bisa memenangi gelar kesepuluh, terutama karena aku merasa aku pantas mendapatkannya atas caraku balapan. Aku kehilangan dua titel juara dunia dua kali dalam balapan terakhir dan kupikir aku pantas mendapatkan setidaknya satu atau dua gelar juara dunia lagi. Tapi ya begitulah dan aku tidak bisa mengeluh. Gajinya juga bagus, jadi ya tidak apa-apa!" celetuk Rossi.

Selepas finis ketiga di MotoGP 2018, performa Rossi terus menurun. Ia menyudahi MotoGP 2019 di posisi ketujuh dan ke-15 pada musim lalu. Saat ini ia masih terpaku di posisi ke-17 klasemen MotoGP 2021 untuk sementara.

Valentino Rossi mengumumkan akan pensiun usai MotoGP 2021. Rider 42 tahun asal Italia itu menuntaskan perjalanannya selama 26 tahun di dunia balap motor.Valentino Rossi masih sangat populer di MotoGP. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Valentino Rossi sendiri tampak menyadari betapa daya saingnya sudah mengendur, yang boleh jadi turut berkaitan dengan faktor umur. Biar bagaimanapun, balapan MotoGP menguras fisik dan tenaga. Sehebat-hebatnya seorang Rossi pun tak bisa memutar balik waktu untuk memundurkan usia.

"Aku memutuskannya saat musim bergulir. Aku harus memaksa diriku sendiri untuk mengambil keputusan saat libur musim panas dan aku betul-betul memutuskannya saat periode ini."

"Dua tahun lalu dan juga tahun lalu aku tidak siap berhenti balapan di MotoGP karena aku harus memahami dan mencoba segalanya, tapi sekarang aku baik-baik saja, aku tenang."

"Aku tidak bahagia, tentu saja, tapi kalau aku balapan setahun lagi, tahun berikutnya, aku tidak akan bahagia di momen yang sama karena aku ingin balapan selama 20 tahun lagi. Jadi kurasa sekarang adalah momen yang tepat."

Selepas pengumuman Valentino Rossi itu, selang beberapa jam kemudian muncul pula pengumuman lain yang sama-sama mencuri perhatian dunia olahraga. Lionel Messi dipastikan meninggalkan Barca, mengakhiri era kebersamaan kedua pihak selama dua dekade lebih.

Sejak musim panas tahun lalu, masa depan Messi di Barcelona memang sudah jadi spekulasi. Dengan kontraknya habis musim panas ini, pergantian posisi pucuk di tubuh Barca tampak akan menjamin masa depan La Pulga. Tapi rupanya pandemi sedemikian menjerat keuangan Blaugrana. Negosiasi kontrak baru menemui jalan buntu.

SEVILLE, SPAIN - APRIL 17: Lionel Messi of FC Barcelona lifts the trophy after winning the Copa Del Rey Final match between Athletic Club and Barcelona at Estadio de La Cartuja on April 17, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Lionel Messi saat juara Copa del Rey bersama Barcelona. Foto: (Getty Images/Fran Santiago)

"Meskipun FC Barcelona dan Lionel Messi telah mencapai kesepakatan dan niat yang jelas dari kedua belah pihak untuk menandatangani kontrak baru pada hari ini, hal itu tidak dapat terjadi karena hambatan finansial dan struktural [regulasi Liga Spanyol]," bunyi pernyataan di situs resmi Barca.

"Sebagai hasil dari situasi ini, Messi tidak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak sama-sama sangat menyesal karena harapan dari pemain dan klub pada akhirnya tidak terpenuhi . FC Barcelona dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada si pemain atas kontribusinya membesarkan klub dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depan pemain baik di kehidupan pribadi maupun profesionalnya."

Seperti halnya Rossi identik dengan dunia balap grand prix, Messi pun sinonim dengan Barcelona -- paling tidak sejauh ini. Wajar mengingat megabintang asal Argentina itu sudah bersama Barcelona sejak tahun 2000.

Setelah menembus tim utama pada 2004, pesepakbola 34 tahun itu sudah membuat lebih dari 750 penampilan di seluruh kompetisi, dengan sumbangan 672 gol dan 305 assist untuk memenangi lebih dari 30 trofi juara.

Saking lekatnya Lionel Messi dengan Barcelona, pernah pula ada masa saat publik mempertanyakan komitmennya buat timnas Argentina. Bukan apa-apa, sebelum juara Copa America 2021 tahun ini, si pesepakbola memang lebih sering mengangkat trofi bersama klubnya.

Argentina's Lionel Messi kisses the trophy after beating Brazil 1-0 in the Copa America final soccer match at Maracana stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Saturday, July 10, 2021. (AP Photo/Bruna Pardo)Lionel Messi juara Copa America 2021 bersama Argentina. Foto: AP/Bruna Pardo

Namun, sekali lagi, sebuah awal pasti ada akhir. Hambatan finansial dan struktural sudah menjadi alasan utama Messi meninggalkan Barcelona yang sedang krisis keuangan, ditambah lagi dengan aturan pembatasan gaji di LaLiga.

Barcelona, sekalipun berstatus klub raksasa dunia, tetap sangat terimbas kondisi pandemi yang berbuntut ke sektor keuangan. Secara spesifik, gaji pemain. Padahl di musim 2019/2020, Barcelona masih menjadi klub yang menggaji pemainnya paling mahal, yakni mencapai sekitar 671 juta euro.

Jelang musim 2021/2022, LaLiga memberi keringanan kepada Barcelona agar mengurangi total gaji pemainnya. Salah satunya dengan menjual beberapa pemain bintangnya. Tapi hal itu juga tetap sulit dilakukan Barcelona karena nilai kontrak para pemain itu sudah kelewat mahal, dengan gaji yang juga tinggi, sehingga sulit mencari peminat.

Dengan kontrak di Barcelona sudah habis, dan pembicaraan kontrak baru sudah buntu, pertanyaan selanjutnya adalah ke mana Messi akan pergi. Sebagai pemain bola jempolan, dan salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, Messi takkan kekurangan peminat. Tapi tentu tak semua bisa mengakomodir kebutuhan si pesepakbola, secara khusus dalam hal gaji dan tantangan.

Selama beberapa waktu pula Lionel Messi sudah santer dihubung-hubungkan dengan dua klub top Eropa yang dianggap memenuhi kriteria. Ada Manchester City dan Paris Saint-Germain, dengan nama terakhir jadi yang paling diunggulkan pada saat ini. Neymar kabarnya juga sudah menantikan Messi di PSG.

Sementara Manchester City sejatinya juga punya kekuatan finansial cukup untuk menggaet Lionel Messi. Ada pula Pep Guardiola, mantan pelatih Messi di Barca, di sana. Yang jadi pertanyaan utama apakah Man City, yang melakukan pengumuman resmi transfer Jack Grealish saat berita Messi sedang ramai-ramainya, benar-benar butuh sosok La Pulga.

Simak video 'Lionel Messi Pisah Jalan dengan Barcelona':

[Gambas:Video 20detik]



(krs/raw)