Awan Kelabu MU

ADVERTISEMENT

Awan Kelabu MU

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 27 Okt 2021 19:45 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 24: Cristiano Ronaldo of Manchester United reacts after their side concedes a third goal scored by Mohamed Salah of Liverpool (not pictured) during the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on October 24, 2021 in Manchester, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Manchester United lagi dalam masa suram (Getty Images)

Para pundit sepakbola memberikan komentar mereka soal performa Manchester United sejauh ini. Mereka adalah pundit dari Sky Sports yakni tiga pemain Manchester United yaitu Gary Neville, Rio Ferdinand, dan Paul Scholes, lalu eks pemain Liverpool Jamie Carragher, serta eks penyerang Tottenham Hotspur, Jermain Defoe.

Begini pendapat dan komentar mereka mengenai performa Manchester United yang lagi dipayungi awan kelabu. Dimulai dari Paul Scholes, yang menyebut para pemain MU tak mampu berkomunikasi dengan baik di lapangan.

"Manchester United tidak meyakinkan. Calon juara Liga Inggris musim ini adalah antara Liverpool dan Manchester City," terang Paul Scholes.

"Para gelandang MU bermain sendiri-sendiri, tidak ada komunikasi. Mereka akan dihabisi kalau ketemu tim kuat," lanjutnya.

Kalau Gary Neville, mirip-mirip dengan seperti yang Scholes bilang. Baginya, Manchester United kini tidak bermain sebagai satu tim!

"Manchester United punya banyak masalah yang harus dibenahi dari belakang sampai ke depan," keluh Gary Neville.

"Mereka harus bermain sebagai satu tim. Lihatlah Chelsea, Liverpool, dan Man City, mereka bermain dalam satu tim dan pantas berada di level tertinggi," sambungnya.

SOUTHAMPTON, ENGLAND - OCTOBER 25: Gary Neville, TV Presenter is seen during the Premier League match between Southampton FC and Leicester City at St Mary's Stadium on October 25, 2019 in Southampton, United Kingdom. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)Gary Neville (Getty Images/Naomi Baker)

Rio Ferdinand menekankan soal identitas tim. Yang mana, itu mempengaruhi kepercayaan diri para pemain MU!

"Mereka berjuang untuk menemukan identitas dan siapa mereka. Mereka harus berpikir, 'kita ini tim apa?'" terangnya.

"Apakah manajer memberi para pemain informasi yang benar? Dan jika demikian, apakah para pemain tidak menerima informasi itu?" sambungnya.

Bagi Jamie Carragher, satu masalah Manchester United sudah jelas. Pecat manajer Ole Gunnar Solskjaer!

"CV Solskjaer apa sih? Dia belum pernah melatih tim hebat," ketusnya.

"Melatih Manchester United akan dihadapkan pada tekanan berat. Kalau MU maun bangkit, mereka harus mencari manajer level top," ungkapnya.

LEICESTER, ENGLAND - OCTOBER 16: Manchester United Manager, Ole Gunnar Solskjaer gestures at full-time during the Premier League match between Leicester City and Manchester United at The King Power Stadium on October 16, 2021 in Leicester, England. (Photo by Alex Pantling/Getty Images)Solskjaer berada di bawah tekanan besar! (Getty Images/Alex Pantling)

Jermain Defoe punya pandangan soal permainan Manchester United. Baginya, MU kerap kalah di Liga Inggris karena tidak melakukan pressing alias menekan lawan dengan baik!

"Mereka tidak melakukan pressing dengan baik. Lihatlah Chelsea, Liverpool, dan City, mereka berada di puncak klasemen karena melakukan hal tersebut," tegasnya.


(aff/bay)

ADVERTISEMENT